Tugas 3. Selasa 27-03-2018

TUGAS 3
SELASA 27,MARET,2018
(PPKn Reguler Pagi A)
Nama: Lola Wahyu Utami
Nim: E1B017027
Alamat Email:  lolawahyuutami06@gmail.com
Alamat blog: lolawahyuutami.blogspot.com
No.hp : 085337132428

PERKEMBANGAN PESERTA DIIDIK

Creative summary tentang:konsep perkembangan mencakup: faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik di satuan pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTS)

Fase usia sekolah dasar (7-12 tahun) selama masa ini, anak belajar menjadi lebih mandiri dan memperhatikan dirinya . Mareka mengembangkan  kesiapan sekolah (seperti mengikuti perintah , dan mengenal huruf) dan menghabiskan banyak waktunya untuk bermain dengan teman sebayanya.

Perkembangan seseorang pada usia menengah ke atas biasany usia 12-19 tahun usia ini merupakan periode remaja transisi, yaitu periode transisi antara masa kanak-kanak dan usia dewasa. kemudian pubertas adalah waktu perkembangan fisik yang cepat, menandakan akhir masa kanak-kanak dan awal dari kematangan seksual. peserta didik perempuan maupun laki-laki umumnya menyelesaikan masa ini tanpa masalah.

Sebelum kita beralih pada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik di satuan pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTS) alangkah lebih baiknya kita mengetahui apa itu faktor.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia faktor berarti fak·tor n 1 hal (keadaan, peristiwa) yang ikut menyebabkan (mempengaruhi) terjadinya sesuatu.

Faktor -faktor yang mempengaruhi
A. Faktor genetika/ hereditas
Karakteristik individu yang di wariskan orang tua kepada anak, atau segala potensi (baik fisik maupun psikis) yang dimiliki individu sejak masa konsepsi sebagai pewarisan dari pihak orang tua melalui gen-gen.
B. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan juga mempengaruhi perkembangan peserta didik terutama lingkungan
keluarga, sekolah, teman sebaya. Karna pada dasarnya manusia itu terlahir secara hakiki ibarat kertas putih di mana lingkungan itulah yang menulisnya.
Lingkungan Kluarga
Alasan tentang pentingnya parannan keluarga bagi perkembangan anak,adalah.
-Keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi anak
-Keluarga merupakan lingkungan pertama yang mengenalkan nilai nilai kehidupan kepada anak
-Orang tua dana nggota keluarga lainnya merupakan “significant people” bagi perkembangan perkembangn anak
-Keluarga sebagai institusi yang memfasilitasi kebutuhan daar insani (manusiawi), baik yang bersifat fisik-biologis, maupun sosiopsikologis.
-Anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga.
Namun seiring dengan fase  perkembangan anak, maka peran orang tua mengalami perubahan.
Lingkungan sekolah
Sekollah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan ,pengajaran, dan/atau pelatihan dalam rangka membantu para siswa agar mampu mengembangkan potensinya secara optimal, baik yang menyangkut aspek moral-spiritual, intlektual,emosional,sosial, maupun fisik motoriknya.
Kelompok Teman sebaya
Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi anak mempunyai paranan yang cukup penting bagi perkembangan dirinya, melalui kelompok sebaya, anak dapat memenuhi kebutuhannya untuk belajar berinteraksi sosial (berkomunikasi dan bekerjasama), belajar menyatakan pendapat dan merespon, belajar tentang norma norma kelompok, dan memperoleh pengakuan dan penerimaan sosial. Pengaruhnya dapat bersifat nehatif dan positif.
Media massa
Media massa yang sangat menarik perhatian warga masarakat,khususnya anak anak adalah televisi. Televisi sebagai media masa elektronik mempunyai misi untuk memberikan informasi, pendidikan,dan hiburan kepada para pemirsanya. Tayangan televisi memberikan dampak positif dan negatif.
Positif:
-berbagai informsi yang dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang berbagai aspek kehidupan.
-hiburan,baik yang berupa film ataupun musik
-pendidikan, baik yang bersifat umum ataupun agama.
Negatif:
Tayangan televisi yang berupa hiburan, baik film maupun musik banyak yang tidak cocok di tonton oleh anak anak.

Komentar