Tugas 6 karakteristik perkembangan psikofisik peserta didik di tingkat saatuaan pendidikan sekolah menengah



TUGAS 6
SABTU, 21 APRIL 2018
(PPKn Reguler Pagi A)
Nama: Lola Wahyu Utami
Nim: E1B017027
Alamat Email:  lolawahyuutami06@gmail.com
Alamat blog: lolawahyuutami.blogspot.com
No.hp : 085337132428


Creative summry tentng: karakteristik perkembangan psikofisik peserta didik di tingkat saatuaan pendidikan sekelah menengah, mencakup (a)perkembangan fisik dan motorik, (b)kognitif, (c)bahasa, (d)soioemosional, (e) moral dan religi.  
a.   Perkembangan fisik dan motorik


·         Perkembangan fisik, masa remaja di aali dengan pubertas, adalah maa kematangan fisik yang sangat cepat yang meliputi aspek hormonal dan perubahan fisik. Perubahan fisik pada remaja peria meliputi (membesarnya ukuran penis; tumbuhnya bulu kapuk di sekitar kemaluan, ketiak dll; perubahan suara; mimpi basah), sedangkan pada wanita di tandai dengan (menstruasi ; payudara mulai membesar; tumbuhnya kapuk di bagian bagian tertentu; melebarnya ukuran pinggang dll).
·         Perkembangan motorik, seiring pertmbuhan fisik yang beranjak matang,maka perkembangan mtrik anak semakin baik setiap gerakan sudah mulai selaras dengan kebutuhan dan minatnya, seperti(menggerakkan tangan untuk menulis, menggambar,mengambil makanan dll;menggerakkan kaki unyk menendang bola)
b.    b.   Kognitif
·         Perkembangan kognitif (berpikir)adalah perkembangan kemampuan(kapasitas)individu untuk memanipulasi dan mengingat informasi. Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental(otak). Segala upaya yang menyangkut aktifitas otak yang termasuk ranah kgnitif:
-pengetahuan/hafalan/ingatan(knowledge)
-pemahaman(comprehension)
-penerapan(application)
-sintesis (syintesis)
-penilayan/penghargaan/ evaluasi(evaluation)
Tujuan aspek kognitif beriorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intlektual yang lebih sederhana ,yaitu mengingat, sampai  pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghuubungkan dan mengembangkan beberapa ide,gagasan, metode dan prosedur yang di pelajari untuk menyelesaikan masalah tersebut.
c.     c.  Bahasa
Bahasa adalah sarana berkomunikasi dengan orang lain, dengan pengertian inimencakup semua cara untk berkomunikasi di mana pikiran dan perasaan di nyatakan dalam bentuk lisan, tulisan, isarat, dan gerak dengan menggunakan kata kata symbol, lambing dll.
Di sekolah, perkembangan bahasa dapat diperkuat dengan memberikan mata pelajaran bahasa Indonesia, dengan di berikannya pelajaran di sekolah para siswa di harapkan dapat menguasai dan menggunakannya sebagai alat untuk : berkmuunikasi baik dengan orang lain, mengeksepresikan pikiran dan perassaan, memahami isi dari setiap bahan bacaan.
d. d.    Soioemosional
Sosioemosional berasal dari kata sosial dan emosi. Perkembangan sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan atau interaksi sosial.  Dapat juga diartikan sebagai proses untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi, dan moral agama. Sedangkan emosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tingkah laku individu. Emosi dibedakan menjadi dua, yakni emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif seperti perasaan senang, bergairah, bersemangat, atau rasa ingin tahu yang tinggi. Emosi negatif seperti perasaan tidak senang, kecewa, tidak bergairah, individu tidak dapat memusatkan perhatiannya untuk belajar.
perkembangan Sosioemosional pada remaja adalah kemampuan remajauntuk mengelola emosi dirinya dengan orang lain yang berkenaan dengan hati dan kepedulian antar sesama manusia serta kemampuan untuk mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain sehingga ia bisa berinteraksi dengan baik dengan teman-teman sebaya, orang tua atau dengan orang dewasa di lingkungan sekitarnya.
e.    e.   Moral dan religi
·         Istilah moral berasal dari kata Latin "mos" (Moris), yang berarti adat istiadat, kebiasaan, peraturan/niali-nilai atau tata cara kehidupan. Sedangkan moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Seseorang dapat dikatakan bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.

·         Perkembangan Religi Remaja
Latar belakang kehidupan keagamaan remaja dan ajaran agamanya berkenaan dengan hakekat dan nasib manusia, memainkan peranan penting dalam menentukan konsepsinya tentang apa dan siapa dia, dan akan menjadi apa dia.
Agama, seperti yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, terdiri atas suatu sistem tentang keyakinan-keyakinan, sikap-sikap danpraktek-praktek yang kita anut, pada umumnya berpusat sekitar pemujaan.
Dari sudut pandangan individu yang beragama, agama adalah sesuatu yang menjadi urusan terakhir baginya. Artinya bagi kebanyakan orang, agama merupakan jawaban terhadap kehausannya akan kepastian, jaminan, dan keyakinan tempat mereka melekatkan dirinya dan untuk menopang harapan-harapannya.

Komentar